06 September 2021
31 Juli 2021
MONEV MADING DARI GNI
MONEV MADING DARI GNI
Jumat, 30 Juli 2021, SDN
Bojongmangu 03 kedatangan tamu dari GNI (Gugah Nurani Indonesia), yang
bermaksud mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap mading sekolah. Perlu diketahui bahwa beberapa waktu yang
lalu GNI telah memberikan bantuan papan mading ke seluruh sekolah dasar dan MI di
Kecamatan Bojongmangu, untuk dimanfaatkan sebagai sarana informasi sekaligus
menunjang kegiatan literasi sekolah. GNI sendiri adalah kepanjangan tangan dari
PT Hyundai Indonesia sebagai wujud perhatian perusahaan (program CSR) pada
dunia pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, manager
GNI, Ibu Mekar Sianipar mewawancarai ibu Eni Nuraeni, S.Pd, guru yang
ditugaskan ibu kepala sekolah sebagai koordinator mading, bagaimana upaya dan proses
kreatif dalam mengisi mading sekolah di masa pandemi. Menurut Ibu Eni, beliau
mengelola mading bekerja sama dengan guru-guru yang lain, serta memotivasi
siswa untuk menampilkan karya. Beliau juga menjelaskan bahwa pemajangan mading
berdasarkan kriteria di bulan berjalan. Contohnya sekarang bulan Juli adalah
masa MPLS, maka di Mading dipajang foto guru-guru, sebagai perkenalan terhadap
siswa baru atau orang tua kelas satu. Meskipun saat ini masih belum ada anak
yang diijinkan masuk sekolah namun pemajangan karya tetap berjalan.
Kriteria lain dan merupakan
kriteria utama adalah pemajangan karya writer/penulis dari guru baik berupa
opini, cerpen, atau karya tulis berupa laporan kegiatan. Bu Eni dan guru-guru
juga selalu memotivasi siswa agar membuat karya untuk dipajang di papan mading serta
masuk ke dalam kriteria “Karya Siswa”. Selain itu, mading juga memberikan
informasi sekolah berupa jadwal belajar selama masa pandemi, kalender
pendidikan, serta jadwal kegiatan ekstrakuriluler sekolah. Selanjutnya setiap
bulan karya tulis akan diganti dengan karya guru maupun siswa yang baru.
Kepala Sekolah SDN Bojongmangu
03, ibu Sugiyati, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan kegembiraan adanya
bantuan mading dari GNI, karena sebetulnya dulu juga sekolah sudah memiliki
mading hanya karena dulu cuma ditempel di papan biasa, maka karya anak dan guru
cepat sekali hilang terkena angin, semprotan air hujan, atau adanya tangan
jahil yang mengambil/merobek. Sekarang mading yang diberikan GNI berupa papan
yang ada kacanya sehingga karya tulis bisa aman. Beliau juga sangat senang atas
kreatifitas Bu Eni dalam mengelola mading. Mading tertata dengan rapih, tidak
asal tempel tapi dipajang sesuai kriteria sehingga enak dipandang dan menarik
minat siapapun yang melihat untuk membaca. Selanjutnya, ibu Kepala Sekolah cantik
yang saat itu mengenakan baju kebaya Encim khas kabupaten Bekasii ini juga
menghimbau kepada semua warga sekolah, agar semangat menulis dan menyerahkan
karyanya kepada Bu Eni. Beliau berjanji bahwa ke depannya untuk karya yang
dipajang akan diberi hadiah sebagai bentuk penghargaan dan agar semua warga
sekolah lebih semangat berkarya.
Horeee ….! Yu, semangat menulis,
hari ini dipajang di majalah dinding dan diberi reward oleh ibu kepala sekolah, siapa tahu besok karya kita
terpampang di media cetak. Aamiin.
Thank you GNI, terimakasih Ibu
kepsek. Salam Literasi!
Bojongmangu, 30 Juli 2021
#Téh_NH
07 April 2021
Mari Mengajar Dengan Cantik…!!
Mari Mengajar Dengan Cantik…!!
Oleh : Nenden Hernika, S.Pd, M.Pd
Mengajar (didaktik) merupakan
kata yang berasal dari bahasa Yunani “didaskein” yang berarti pengajaran atau
“didaktos” yang berarti pandai mengajar. Di Indonesia didaktik berarti ilmu
mengajar, yaitu bagaimana perlakuan guru dalam proses belajar mengajar.
Mengajar menurut pengertian modern berarti aktifitas guru dalam
mengorganisasikan lingkungan dan mendekatkannya kepada anak didik sehingga
terjadi proses belajar (Alim Sumarmo :
2012)
Menurut Raka Roni (1993)
mengajar adalah menggugah dan membantu terjadinya belajar dikalangan
pembelajar. Pendapat senada dikemukakan oleh Brown (2000) yang mengatakan bahwa
mengajar adalah memberikan bimbingan dan fasilitas yang memungkinkan pembelajar
dapat belajar, sementara itu Bowden dan Ference (1998) mengatakan bahwa
mengajar bukan berarti mentransfer pengetahuan kepada pembelajar melainkan
membantu pembelajar mengembangkan pengetahuan mereka.
Sedangkan kata “cantik”
menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah elok, indah dalam bentuk dan
buatannya. Seorang yang memiliki wajah yang cantik, akan terlihat menarik
sehingga tak kan bosan untuk dipandang.
Apa yang dimaksud dengan
mengajar dengan cantik? Apakah harus berpenampilan cantik, dengan dandanan yang
“aduhai” sehingga menjadi pusat perhatian anak?
Tentu saja yang dimaksud
mengajar dengan cantik adalah mengajar yang sesuai dengan kaidah yang
diharapkan. Jika seseorang yang memiliki paras cantik akan menjadi pusat
perhatian dan disenangi oleh banyak orang, dan bahkan menjadi idaman banyak
orang, maka mengajar dengan cantik juga akan menjadi pusat perhatian, disenangi
dan menjadi idaman anak-anak sehingga tujuan pembelajaran yang kita harapkan juga
akan berhasil.
Berikut adalah beberapa tips
yang dapat penulis berikan untuk teman-teman guru supaya pembelajaran dapat
tersaji dengan cantik :
1.
Rencanakan
apa yang akan kita ajarkan hari ini, paling tidak satu hari sebelumnya.
Konsultasikan RPP Bapak/ibu pada Kepala Sekolah atau pada rekan sesama guru.
Jangan segan untuk berkonsultasi, karena itu penting untuk mengetahui apakah
RPP kita sudah benar atau masih ada kekurangan.
2.
Kuasai
materi yang akan kita berikan, buat rangkuman atau point-point penting materi
pembelajaran.
3.
Pikirkan
3 strategi atau rencana dalam mengajar, dengan demikian anak yang cepat selesai
tetap punya kegiatan.
4.
Masuk
kelas lebih awal, bisa 3 menit atau 5 menit lebih awal.
5.
Ucapkan
salam dengan semangat saat akan mengajar,
6. Tebarkan senyum pada seisi kelas, jangan menunjukkan
paras dingin apalagi cemberut.
7.
Saat
mengajar sempatkan memotivasi siswa, terutama terhadap siswa yang kurang
antusian dalam belajar. Dalam memotivasi, Bapak/ibu perlu mendalami karakter
anak yang ingin dimotivasi.
8.
Berikan
soal yang menantang dan bukan sekedar sulit. Minta siswa yang sudah selesai dan
menguasai materi untuk mengajarkan siswa lainnya yang kesulitan. Perlu diingat
bahwa mengajarkan teman lain yang dikenal dengan “tutor sebaya” bukan berarti
memberi tahu jawaban, tapi turut mengajarkan langkah-langkah mengerjakan soal.
9.
Kurangi
gaya “one man show” saat mengajar, kurangi semangat untuk menceramahi siswa.
Beri kesempatan pada siswa untuk berbicara di kelas, berbagi mengenai
strateginya dalam mengerjakan soal yang Bapak/ibu berikan. Jangan lupa untuk
memberikan pujian atau acungan jempol pada siswa tersebut.
10. Tidur yang cukup setiap hari. Hal ini penting agar
suasana hati kita terjaga dan tidak mudah emosi. Perlu diingat bahwa tidur yang
cukup bukan berarti banyak tidur. Kebutuhan tidur seseorang juga berbeda,
tergantung pada kebiasaan dan kondisi tubuh masing-masing.
Demikian 10 tips yang dapat
saya sarankan. Semoga dapat melaksanakannya sehingga kita dapat menjadi guru
yang ‘cantik’ dan diidamkan oleh anak-anak kita.
19 Januari 2021
Pembagian Hadiah Lomba Student Literacy Competition
Pagi yang cerah nambah semangat di pagi ini. Semangat pagi untuk siap menerima hadiah penghargaan dari GNI (Gugah Nurani Indonesia) sebagai pihak penyelenggara perlombaan Student Literacy Compitition.
Tapi ingat jangan lupa mandi dan sarapan pagi ya😂...!!!!!
Alhamdulillah atas izin Allah anak- anak yang luar biasa yang berani tampil dalam berbagai ajang perlombaan mampu meraih prestasinya kembali dan membawa nama baik SDN Bojongmangu 03.
![]() |
![]() |
Banyak perlombaan yang dilaksanakan oleh pihak GNI, dari tiga perlombaan yang berbeda-beda kategori, kami meraih beberapa juara yakni lomba pidato juara 1 yang diwakili oleh Anisa Pratiwi dari kelas lima, lomba Story Teller juara 2 dan juara 3 yang diwakili oleh Dini Haryani dan Rizkia Dwi Febrianti dari kelas empat, lomba membaca puisi juara 3 yang diwakili oleh Amelisa Apendi dari kelas lima. Tidak hanya itu, berkat kerjasama dan kekompakan kami semua sebagai keluarga besar SDN Bojongmangu 03 sehingga kami bisa meraih juara pertama dalam lomba Web Blog pada tingkat kecamatan.😊
Tingkatkan terus prestasi kalian, jangan pernah berhenti belajar dan jadilah motivasi dan contoh untuk teman-teman yang lain. Buat anak-anakku semua yang sudah mencoba, jangan putus asa, jangan menyerah,, tetaplah semangat, jangan berhenti belajar yakinlah suatu saat nanti adalah giliran kalian.
Terimaaaa kasih GNI.
Semangaaatttttt buat semuanya 💪💪💪.........!!!!!!!!!!!!!
16 Desember 2020
Stop Stunting Itu Penting !!!
Story Teller: Covid Jangan Mengganggu
Rere adalah gadis cantik berusia 6 tahun yang harus menghabiskan waktunya di rumah karena pandemi covid 19 yang mengguncang dunia saat ini.
Suatu hari tiba-tiba ibu guru mengumumkan memberhentikan pembelajaran di sekolah dan dilanjukan belajar di rumah dalam waktu yang tidak ditentukan, bahkan ibu guru melarangnnya untuk bermain dengan teman-temannya dan harus tetap tinggal di rumah.
03 Desember 2020
Pengembangan Literasi Membaca di Era Pandemi Covid 19
JALAN-JALAN KE KUNINGAN Karya: Khoirullah NZ Saya bangun jam 06:00 saya pun pergi untuk mandi. Setelah mandi saya pun lihat jam ternyata su...
-
KEKALAHAN BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA karya: Ladieza Zahira P.J Hai, teman-teman! Perkenalkan, namaku Ladieza Zahira P.J. Kalian bisa mema...
-
MENYERAH ADALAH KEGAGALAN TERBESAR Karya: NURSIH Hallo, semuanya!!! Perkenalkan aku Nursih, aku murid kelas 6 dari SDN Bojongmangu 03. Dar...
-
KEGIATAN DI RUMAH Oleh: Rakhan Irezky. Hallo, Guys! Kali ini aku mau cerita kegiatanku di rumah. Selamat membaca...!! Sepulang sekolah, aku...







