KETIKA HUJAN DATANG
Oleh: Zalfa Aulia Royani
Pagi yang cerah tepatnya hari Selasa, aku pagi-pagi di suruh mamah untuk membeli bubur. Setelah itu aku berangkat sekolah bersama mamahku, sesampainya di sekolah aku disambut oleh teman-temanku dengan ceria. Tak lama kemudian, awan pun mulai gelap dan semua murid masuk ke kelasnya masing-masing karena di luar sudah mulai gerimis lalu di dalam kelas kita belajar bersama ibu guru tercinta.
Setelah pelajaran berakhir hujan pun reda lalu kami istirahat ke kantin sesampainya di kantin aku dan teman-temanku jajan jajanan yang sehat dan mengenyangkan perut kita sesudah jajan bel masuk pun tiba.
"Kringggggggg!!!!!!" suara bel yang sangat kencang. Kami kembali belajar, meski ada gerimis tapi kami semangat belajar. Saat pulang, semua murid pun berhamburan menuju gerbang sekolah.
Sesampainya saya di rumah sudah mulai hujan yang sangat deras lalu saya shalat Zuhur sesudah saya shalat saya akan berangkat sekolah agama
"Mah ayo antarkan aku sekolah agama" ajak zalfa.
"Ayo tapi sekarang hujan gapapa?" tanya mamah.
"Nanti saja kalau hujannya sudah reda" jawab zalfa.
Begitu hujannya sudah reda aku berangkat ke sekolah agama sesampainya di sana ternyata kelasku masih kosong tidak ada siapa siapa padahal mereka lebih dekat daripada aku, aku menunggu sekitar satu menit lalu datang Umay temanku. Kami berdua pun menuju ke kelas karena di luar cuacanya sangat mendung jadi duduknya di kelas
"May, kok ga ada yang datang lagi selain kita?" tanya zalfa.
"Gatau kayaknya mereka takut kehujanan." jawab Umay.
"Iya deh kayaknya" jawab Zalfa.
Sekian lama kita menunggu tidak ada siapapun yang datang.
Lalu datang bapa guru yang mau mengajari kita belajar kita berdoa, mengaji, dan belajar kita sapinah dan khulasoh karena kita cuman berdua jadi kita pulang lebih awal murid lain pun belum pada datang. Kami pun menunggu jemputan sambil berhujan-hujanan di jalan karena jalannya mudun jadi airnya seperti pancuran yang sangat besar kita basah-basahan sampai basah kuyup lalu karena kita sudah lama hujan-hujanan aku dan Umay pun pulang rumah aku dan dia beda arah aku rumahnya ke kanan dia ke kiri
" May aku pulang duluan yaa!" Ucap zalfa.
"Iya hati-hati di jalan!" jawab Umay.
Aku jalan sendiri sambil bernyanyi dan berlompat lompat di jalan dengan air yang sangat deras.
Sesampainya di rumah aku simpan tas, mandi lalu ganti baju karena baju yang tadi sudah basah kuyup lalu aku masak mie makan di depan enak sekali karena cuacanya lagi dingin terus makannya yang panas-panas
Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah lagi seperti biasa, di sekolah tidak ada tanda tanda hujan pulang sekolah cuaca sudah mulai gelap aku dan ibuku segera pulang karena rumahku dengan sekolahku lumayan jauh jadi kita pulangnya lebih awal, akhirnya sampai juga di rumah sesampainya di rumah aku shalat Zuhur lalu seperti biasa aku berangkat ke sekolah agama ketika mau berangkat sekolah agama sudah mulai hujan aku dan mamahku menunggu sampai reda sedikit karena hujannya tidak reda aku dan ibuku pergi ke sekolah agama ternyata sudah banyak sekali temanku yang sudah datang kita duduk duduk di kelas lalu datang bapa guru kita belajar sesudah belajar kita jajan ketika jajan hujan yang sangat besar pun datang kita sampai tidak bisa ke kelas lagi karena hujan sambil menunggu hujannya reda kita makan mie di warung itu karena hujan nya tidak reda jadi kita trobos lalu sudah terlanjur basah kuyup kita hujan hujanan ketika asik asiknya hujan-hujanan datang bapa guru menyuruh kita pulang lalu kita masuk kelas berdoa pulang, karena rumah aku dengan sekolah agama dekat jadi aku jalan ketika di jalan aku dan teman temanku berlarian dengan air yang sangat besar.
Sungguh, hujan itu sangat menyenangkan.
SEGITU DULU CERITA DARI AKU
BAYYYY!!!



.jpg)






.jpeg)