07 April 2021

Mari Mengajar Dengan Cantik…!!

 

Mari Mengajar Dengan Cantik…!!

Oleh : Nenden Hernika, S.Pd, M.Pd

Mengajar (didaktik) merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani “didaskein” yang berarti pengajaran atau “didaktos” yang berarti pandai mengajar. Di Indonesia didaktik berarti ilmu mengajar, yaitu bagaimana perlakuan guru dalam proses belajar mengajar. Mengajar menurut pengertian modern berarti aktifitas guru dalam mengorganisasikan lingkungan dan mendekatkannya kepada anak didik sehingga terjadi proses  belajar (Alim Sumarmo : 2012)

Menurut Raka Roni (1993) mengajar adalah menggugah dan membantu terjadinya belajar dikalangan pembelajar. Pendapat senada dikemukakan oleh Brown (2000) yang mengatakan bahwa mengajar adalah memberikan bimbingan dan fasilitas yang memungkinkan pembelajar dapat belajar, sementara itu Bowden dan Ference (1998) mengatakan bahwa mengajar bukan berarti mentransfer pengetahuan kepada pembelajar melainkan membantu pembelajar mengembangkan pengetahuan mereka.

Sedangkan kata “cantik” menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah elok, indah dalam bentuk dan buatannya. Seorang yang memiliki wajah yang cantik, akan terlihat menarik sehingga tak kan bosan untuk dipandang.

Apa yang dimaksud dengan mengajar dengan cantik? Apakah harus berpenampilan cantik, dengan dandanan yang “aduhai” sehingga menjadi pusat perhatian anak?

Tentu saja yang dimaksud mengajar dengan cantik adalah mengajar yang sesuai dengan kaidah yang diharapkan. Jika seseorang yang memiliki paras cantik akan menjadi pusat perhatian dan disenangi oleh banyak orang, dan bahkan menjadi idaman banyak orang, maka mengajar dengan cantik juga akan menjadi pusat perhatian, disenangi dan menjadi idaman anak-anak sehingga tujuan pembelajaran yang kita harapkan juga akan berhasil.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat penulis berikan untuk teman-teman guru supaya pembelajaran dapat tersaji dengan cantik :

1.      Rencanakan apa yang akan kita ajarkan hari ini, paling tidak satu hari sebelumnya. Konsultasikan RPP Bapak/ibu pada Kepala Sekolah atau pada rekan sesama guru. Jangan segan untuk berkonsultasi, karena itu penting untuk mengetahui apakah RPP kita sudah benar atau masih ada kekurangan.

2.      Kuasai materi yang akan kita berikan, buat rangkuman atau point-point penting materi pembelajaran.

3.      Pikirkan 3 strategi atau rencana dalam mengajar, dengan demikian anak yang cepat selesai tetap punya kegiatan.

4.      Masuk kelas lebih awal, bisa 3 menit atau 5 menit lebih awal.

5.      Ucapkan salam dengan semangat saat akan mengajar,

6.      Tebarkan senyum pada seisi kelas, jangan menunjukkan paras dingin apalagi cemberut.

 

 

7.      Saat mengajar sempatkan memotivasi siswa, terutama terhadap siswa yang kurang antusian dalam belajar. Dalam memotivasi, Bapak/ibu perlu mendalami karakter anak yang ingin dimotivasi.

8.      Berikan soal yang menantang dan bukan sekedar sulit. Minta siswa yang sudah selesai dan menguasai materi untuk mengajarkan siswa lainnya yang kesulitan. Perlu diingat bahwa mengajarkan teman lain yang dikenal dengan “tutor sebaya” bukan berarti memberi tahu jawaban, tapi turut mengajarkan langkah-langkah mengerjakan soal.

9.      Kurangi gaya “one man show” saat mengajar, kurangi semangat untuk menceramahi siswa. Beri kesempatan pada siswa untuk berbicara di kelas, berbagi mengenai strateginya dalam mengerjakan soal yang Bapak/ibu berikan. Jangan lupa untuk memberikan pujian atau acungan jempol pada siswa tersebut.

10.   Tidur yang cukup setiap hari. Hal ini penting agar suasana hati kita terjaga dan tidak mudah emosi. Perlu diingat bahwa tidur yang cukup bukan berarti banyak tidur. Kebutuhan tidur seseorang juga berbeda, tergantung pada kebiasaan dan kondisi tubuh masing-masing.

Demikian 10 tips yang dapat saya sarankan. Semoga dapat melaksanakannya sehingga kita dapat menjadi guru yang ‘cantik’ dan diidamkan oleh anak-anak kita.

 




 JALAN-JALAN KE KUNINGAN Karya: Khoirullah NZ Saya bangun jam 06:00 saya pun pergi untuk mandi. Setelah mandi saya pun lihat jam ternyata su...